BELAJAR JADI ORANG TUA… Saat si buah hati berkata bohong… (bag.1)

SeLaLu saja aku… Saat Liburan sekoLah… Dirumah… Sendirian. Enggak ada teman, itu yang paLing membosankan. Ya seperti biasa… suara radiopun kudengarkan dan meLakukan aktivitas yang kusukai yaitu membolak-baLik koran bekas.. Ya….! ituLah aktivitas yang aku Lakukan ketika aku Lagi enggak ada pLanning untuk hari Libur,…

Kutemukan articLe tentang ”Bagaimana sika orang tu, menghadapi si buah hatinya ketika berbohong….?” Nah sekaLiankita beLajar juga jadi orang tua….! –maksudnya yang seumur denganku/ yang bLum punya buah hati—He…..3X:mrgreen: Suatu sa’at kitaberperan menjadi orang tua, kita bisa mendidik buah hati kita dengan Lebih baik tanpa megorbankan buah hati kita…  kita enggak mau khan…? kalau si anak nantinya kalau si anak nantinya kLu sudah besar terjerumus ke jurang penyesalan yang sangat dalam….!!!!

Yups…!!!!! J ini sekedar sedkit tips yang kuambiL dari koran yang tak ada haganya itu… Namun bisa dicoba kok, KaLaupun gagaL masih banyak tips” dari bLog Lainnya yang Lebih matang dari bLog beta ini… Langsung saja…! siapa yang berminat…. ayo…!😉

”LaLa (6) sedang beLajar sore itu. Karena ada acara teLevisi kesukaannya, dia menghentikan beLajar dan ganti nonton FiLm…. Ketika ibunya puLang atu jam kemudian, lala mematikan teLevisidan kembaLi beLajar. Ketika ditanya ang ibu, LaLa berkata tak menyaLakan televisi sama sekaLi.”

Pada iLustrasi diatas, JeLas sekaLi kaLau si anak berbohong. Demi perbuatannya tidak diketahui sang ibu dan supaya terhindar dari amarah sang ibu. Mungkin saja, sang ibu tidak ”merestui” perbuatan si anak yang ”menduakan” beLajarnya. Karena faktor itu, si anak berusaha untuk mengendaLikan keada’an denan memutarbaLikkan kenyata’an dan menyembunyikan fakta, seta berusaha sebisa mungkin mengarang cerita untuk meLindungi dirinya dari amarah sang ibu.

bohong

”Namun harus diingat, tidak semua cerita karangan bisa dikatagorikan sebgai berbohong. Ada Lagi tindakan yang mengarang-ngarang cerita seperti itu yang beLum bisa dikeLompokkan sebagai tindakan berbohong. Namun bisa dkeLompokkan sebagai imajinasi.”

Ehm…..!kaLau begitu bagaimana cara mmbedakan si anak berbohong atau tidak….?! apakah diLihat dari raut mukanya? Atau yang Lainnya..?

”bisa di Lihat dari usia” (Menurut Henny Liswati, seorang pengamat psikoLogi dari kediri).

Menurutnya ”berbohong adaLah bentuk prkembangan kognitif, yang meLibatkan Logika (otak kiri), sementara otak kanan akan menghasiLkan imajiasi.”

Untuk meLihat kebohongan pada anak, fase pertumbuhan harus benar-benar dipertimbangkan. Fase tersebut diantaranya :

” ~ Fase usia 3-5 tahun

~ Fase usia 6-12 tahun

~ Fase Remaja ”

@ Pada usia 3-5 tahun (pra-skoLah)

~Anak masih suLit membedakan mana yang reaLitas dan mana yang imajinasi.

~Menurut anak, Yang dimaksud dengan berbohong itu berkhayaL atau imajinasi.(Henny Liswati)

Nah diharapkan para orang tua mendampingi dan mengarahkan agar imajinasi itu berkembang ke arah positif. Kurangnya teman bicara juga dapat menyebabkan anak berFantasy.  Maka dari itu para orang tua juga harus saLing menjaga interaksi dengan sang anak… Agar si anak tidak ”kebabLasan” saking seringnya si anak  berkhayaL. Tugas Lainnya yakni mulai  menanamkan pentingnya nilai kejujuran, Agar saat dewasa nanti si anak tidak terjebak daLam kebohongan sebenarnya, dan harus diwaspadai ”sejauh mana anak berbohong.”

MinimaL, kita harus mecegah agar anak tidak sampai kebabLasan. Jika sudah sangat memprihatinkan, tak ada salahnya jika kita sebagai orang tua instropeksi diri.

”Apakah  kita sudah menjadi contoh yang baik dalam soaL kejujuran..?”

bersambung….

HasruL MuhasruL

3 Komentar

Filed under what wrong to try..?

3 responses to “BELAJAR JADI ORANG TUA… Saat si buah hati berkata bohong… (bag.1)

  1. wah perlu tahu itu. postingan yang menarik, bekal untuk membimbing buah hatiku kelak.

    salam kenal
    muhamaze

    ~~~~~~~~~~~~~~~~~
    semoga…. salam kenaL juga,,,🙂

  2. makasih mas dh berkenan membaca komentar sy di koran…salam kenal ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s