On Cibodas

Cianjur, “Hawa itu merayap ditubuhku, tak memperdulikan baju yang aku kenakan, hawa itu mengusap mukaku, tanganku, sekujur tubuhku. Aku mendekap tubuhku, aku meniup telapak tanganku *sambil menggesekkan kedua tanganku* tetap saja hawa itu tak mau lepas. Hinggap melekat bersama udara yang aku hirup. Tapi aku senang, aku tidak sendirian, aku bersama kawankawanku, dan pelan pelan hawa itu lenyap seiring roda yang aku tumpangi melesat meninggalkan waktu lalu….”

Hawa apa maksudnya srulz?

Srulizer, ma’af sebelumnya, “hawa itu” maksudnya hawa dingin, menyengat banget. hawa dingin dari kebun raya Cibodas Setelah melihat pertam kali, menginjakkan kaki dan menghirup udara di tempat wisata itu, hmmm…rasa jenuh dalam bus *karena di busaku menghirup asap rokok dari rokok teman temanku…* hilang seketika….

Kebun raya yang hijau itu, didirikan pada 18 April 1852, oleh orang warga Belanda Johannes Elias Teijsmann dan juga menjadikan botanical cibodas garden itu termasyhur dengan koleksi lumut terbanyak sedunia, sekitar 216 jenis.* wikipedia*

Kebun yang juga sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor itu bersuhu rata-rata 18 derajat celcius, bayangin srulizer, pantesan aku menggigil terus… *tapi masih dinginan kutub di bumi,..* tubuhku rasanya brrr… jecketku enggak bisa menahan hawa itu. Dengan medan berbukit bukit, berundak undak dengan ketinggian 1.275 m dpl,  yang juga dengan semangatku, sampai juga deh di Air Terjun Ciismun. Capeknya, tapi… langsung ambil pose, cepret sana cepret sini.hehehehe

Photobucket

Lumayan ramai, yang foto-foto maksudnya, dari lokal *aku dan rombonganku* sampai mancanegara juga datang ke wisata itu *tourist* syang aku enggak minta fotonya… “hay everybody, how are you?” salah satu diantara mereka menyapa kami…  dan kami *gorombolan yang buta english* menjawab”fine mister” *sambil ketawa cekakaan dan ngloyor pergi… takut ditanya yang aneh aneh sama tourist itu.. Aku hanya membasuh mukaku aja, dengan air aliran kecil dari  Ciismun waterfall itu, dinginnya sampai masuk ke pori pori mukaku, sampai syaraf otakku, hampir beku *walah…*

Tak terasa haripun cepat sekali berubah menjadi senja,  kami balik kanan.. melewati alur jalan yang berbeda dengan waktu aku berangkat. kami sempat juga singgah di Rhododendron garden dan Sakura Garden untuk sesa’at ngilangin lelah dan pegal pegal… srulizer, hari itu pokoknya kami semua full narsis.. hohoho..

Apakah srulizer juga termasuk orang kayak aku? maksudnya ambil foto cepret cepret diri sendiri gitu..? di tempat tempat menyenangkan?

Photobucket

9 Komentar

Filed under windows of world

9 responses to “On Cibodas

  1. Saya belum ke Cibodas …

  2. tadinya saya kira FB, jadi pangling…blog sampean keren sob…

    salam kenal..

  3. dicibodas bisa-bisa sinus saya kumat kalo dinginnya segitu ,, hiks,,(

  4. JUN

    ijin nyimak dulu lah😛

  5. syifa

    it’s sweetest quote
    LIke !!

  6. mandor tempe

    saya sudah pernah jalan-jalan ke cibodas itu, sampek nyasar-nyasar kemana-mana. Memang di sana dingin banget.

  7. @fanny
    met siang jua fanny..😉

    @ Bu Puspita
    Makanya bu main kesini, enak bu,,.🙂

    @sekedar bertanya
    Salam kenal juga sobat..

    @ysalma
    Haduh gaswat kalau gtu, bawa jacket yang tuebal..

    @ JUN
    sialhkan dude..

    @ Syifa
    Thanks ya syif…

    @ mandor tempe
    aduh, kan ada anak kecil penyedia jasa itu mas..🙂 jadinya gampang, tinggal beri mereka uang permen aja.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s